REFLEKSI PENDEKATAN EKSISTENSIAL HUMANISTIK
TEORI DAN PENDEKATAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
(EKSISTENSIAL HUMANISTIK)
Disusun guna memenuhi tugas Teori Pendekatan
Konseling
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2019
1.
Kemukakan dengan jelas faktor apa yang
mempengaruhi perkembangan kepribadian individu menurut teori eksistensial
humanistik!
2.
Deskripsikan teori eksistensial dari
sudut pandang filosofis!
3.
Bagaimana kebebasan, tanggung jawab dan
kematian menjadi dasar yang kuat agar individu dapat “hidup”?
4.
Kemukakan pendapat saudara bagaimana
pendekatan eksistensial-humanistik memandang hubungan transendental?
5.
Refleksikan manfaat yang dapat saudara
pelajari dari teori & pendekatan konseling Eksistensial-Humanistik!
JAWABAN
1.
Faktor apa yang mempengaruhi
perkembangan kepribadian individu menurut teori eksistensial humanistik. 1. aktualisasi diri, 2. penghargaan, 3. cinta dan keberadaan, 4. keamanan, 5. fisiologis
·
Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan yang mendasar bagi tiap manusia adalah kebutuhan
fisiologis (physiological needs) termasuk didalamnya adalah makanan, air,
oksigen, mempertahankan suhu tubuh, dan lain sebagainya. Kebutuhan psikologis
adalah kebutuhan yang mempunyai kekuatan/pengaruh paling besar dan semua
kebutuhan.
·
Kebutuhan akan Keamanan
Kebutuhan akan keamanan tentu berbeda dengan kebutuhan
fisiologis dalam hal ketidakmungkinan kebutuhan akan keamanan untuk terpenuhi
secara berlebihan. Mereka menghabiskan banyak nenergi yang dibutuhkan orang
sehat untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman dan ketika mereka tidak berhasil
memenuhi kebutuhan akan rasa aman tersebut, mereka akan mengalami apa yang
disebut dengan Maslow sebagai kecemasan dasar (basicanxiety).
·
Kebutuhan Cinta dan Keberadaan
Setelah orang memenuhi kebutuhan akan rasa fisiologis dan
rasa aman, mereka menjadi termotivasi oleh kebutuhan akan cinta dan keberadaan
(love and belongingeness needs),
seperti keinginan untuk berteman, keinginan untuk memiliki pasang kekasih dan
anak, kebutuhan untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga, sebuah perkumpulan,
sebuah lingkungan masyarakat, dan negara. Cinta dan keberadaan juga mencakup
beberapa aspek dari seksualitas dan hubungan dengan manusia lain dan juga
kebutuhn untuk meberikan dan mendapatkan cinta (Maslow, 1970). Orang yang kebutuhan keberadaan dan cinta
cukup terpenuhi sejal masa kecil tidak menjadi panik ketika cintanya ditolak.
Orang semacan ini mempunyai kepercayaan bahwa diri mereka akan diterima oleh
orang-orang yang penting bagi mereka, jadi, ketika orang lain menolak mereka,
mereka tidak merasa hancur.
·
Kebutuhan Penghargaan
Setelah kebutuhan akan cinta dan keberadaan, mereka bebas
untuk mengejar kebutuhan dan penghargaan (esteem
needs), yang mencakup penghormatan diri, kepercayaan diri, kemampuan dan
pengatahuan yang orang lain hargai. Maslow mengidentifikasi dua tingkatan
kebutuhan akan penghargaan-reputasi dan harga diri. Reputasi adalah persepsi
akan gengsi, pengakuan, atau ketenaran yang dimiliki seseorang, dilihat dari
sudut pandang orang lain. Sementara harga diri adalah perasaan pribadi
seseorang bahwa dirinya bernilai dan bermanfaat atau percaya diri.
·
Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan akan aktualisasi diri mencakup pemenuhan diri,
sadar akan semua potensi diri, dan keinginan untuk menjadi sekreaktif mungkin
(Maslow, 1970) orang-orang yang telah menuju level aktualisasi diri menjadi
orang yang seutuhnya, memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang orang lain hanya lihat
sekilas atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Orang-orang yang
mengaktualisasikan diri dapat mempertahankan harga diri mereka bahkan ketika
mereka dimaki, dicaci, ditolak, dan diremehkan oleh orang lain. Dengan kata
lain, orang-orang yang mengaktualisasikan diri tidak bergantung pada pemenuhan
kebutuhan cinta maupun kebutuhan akan penghargaan. Mereka menjadi mendiri sejak
level rendah uang memberikan kehidupan (kami memberikan gambaran yang lebih
lengkap tentang orang yang mengaktualisasikan diri pada bagian berjudul
aktualisasi dari).
2.
Teori eksistensial dari sudut pandang
filosofis.
Pendekatan eksistensial humanistik menyajikan suatu landasan filosofis bagi
orang-orang dalam hubungan dengan sesamanya yang menjadi ciri khas, kebutuhan
yang unik dan menjadi tujuan konselingnya, dan yang melalui implikasi-implikasi
bagi usaha membantu individu dalam menghadapi pertanyaan dasar, kebutuhan yang
unik dan menjadi tujuan konselingnya, dan yang melalui implikasi-implikasi bagi
usaha membantu individu dalam menghadapi pertanyaan dasar yang menyangkut
keberadaan manusia. Falsafah Eksistensial memberikan landasan bagi pendekatan
terapiutik yang memfokuskan pada individu-individu yang terpecah serta bersikap
asing antara satu dengan yang lain yang tidak melihat adanya makna dalam
lingkungan keluarga serta system sosial yang ada pada waktu itu. Falsafah itu
timbul dari keinginan untuk menolong orang dalam mengarahkan perhatian pada
tema dalam hidup. Yang diperhatikan adalah orang-orang yang mengalami kesulitan
dalam hal mendapatkan makna dari tujuan hidup dan dalam hal mempertahankan
identitas dirinya.
3.
Kebebasan, tanggung jawab dan kematian
menjadi dasar yang kuat agar individu dapat “hidup”. Masyarakat modern menampilkan orang dengan peningkatan diri yang luar
biasa dan terus-menerus dari pilihan: pilihan gaya hidup, pilihan pengalaman,
pilihan akuisisi, dan lain-lain. Kami memiliki keduanya kebebasan dan tanggung
jawab untuk membuat pilihan yang membuat keberadaan berharga untuk diri kita
sendiri dalam waktu terbatas yang kita miliki di bumi. Itu merupakan prospek
yang menakutkan bagi kebanyakan dari kita. Sedangkan kematian ketika sejak kecil, kita menyadari
bahwa kematian kita tidak bisa dihindari, seperti kematian orang yang kita
cintai. Tidak peduli seberapa berbakat kita, tidak peduli betapa istimewanya
hidup kita, kematian adalah akhir dari setiap orang yang takut keberadaannya
dapat dilupakan dalam masyarakat dan membuatnya tampak sia-sia.
4. Pandangan
pendekatan eksistensial-humanistik memandang hubungan transendental.
Mendorong
orang untuk fokus pada sesuatu selain diri mereka sendiri membantu mengurangi
penyerapan diri dan kecemasan dan memfasilitasi upaya mereka untuk menemukan
makna dalam hidup mereka. Mengatasi Empat Dimensi Kondisi Manusia yang biasanya
mendasari kesulitan emosional: kematian, isolasi, berartinya, dan kebebasan.
Teori telah menyarankan tanggapan kekhawatiran tentang empat kondisi tersebut,
seperti berikut (Bauman & Waldo, 1998):
·
Percaya
dalam keberadaan kita sendiri pada saat ini dapat memperbaiki ketakutan
kematian.
·
Cinta
adalah respon otentik isolasi.
·
Menggambar
pada kreativitas batin kita, untuk menemukan cara untuk mewujudkan potensi
kita, dapat menangkal berartinya melekat kehidupan.
· Tanggung jawab dan komitmen, membuat
pilihan dan tinggal bersama mereka, membantu kita mengatasi hal meluap-luap
dari kebebasan.
5. Manfaat
yang dapat di pelajari dari teori & pendekatan konseling
Eksistensial-Humanistik.
Konselor dapat membantu konseli
menyadari pentingnya arti, tanggung jawab, kesadaran kebebasan, potensi, nilai,
makna, dan tujuan dalam hidup mereka. Kemudian berharap bahwa selama proses
konseling, konseli akan lebih bertanggung jawab atas kehidupannya. Layanan
konseling ini tidak secara khusus berusaha untuk memperbaiki gejala. Dengan kata
lain, tujuannya bukan untuk menyembuhkan konseli dalam arti yang
konvensional, tetapi untuk membantu mereka menyadari apa yang mereka
lakukan dan untuk membuat mereka keluar dari peran korban. membantu orang menjadi sadar akan
kebebasan yang mereka miliki, mengakui pilihan mereka, dan membuat pilihan yang
membantu mereka menjadi lebih diaktualisasikan dan mampu menjalani hidup yang
mencerminkan nilai-nilai dan prioritas mereka.

Komentar
Posting Komentar